Diunduh dari Notes Facebook Kotex “Dunia Cewe” asuhan dr.Ryan
– EDISI JUNI 2010 – MINGGU 2
Keluhan umum yang sering dialami jika kita tinggal di daerah tropis adalah berkeringat.
Keringat membuat tubuh kita mudah lembab, terutama pada wilayah yang tertutup, berlipat
dan banyak lemak salah satunya adalah seperti didaerah intim kewanitaan. Vagina
(Labia Mayor/ bibir vagina luar maupun Labia Minor/bibir vagina dalam) terdiri dari
otot, lemak, saraf dan ditumbuhi oleh sel-sel rambut beserta kelenjar minyak (kelenjar
sebacea), dimana di area tersebut biasanya di tumbuhi oleh bulu kemaluan. Apabila
di daerah kewanitaan sering terjadi kondisi “terlalu lembab” maka hal ini akan menyebabkan
mudahnya berkembang biak infeksi berupa bakteri, jamur dan virus sehingga eksosistem
di vagina menjadi terganggu yang akhirnya akan muncul keluhan-keluhan berupa bau
tak sedap, gatal terkadang disertai dengan keluarnya cairan keputihan dari dalam
lubang vagina dan bintik bintik kecil seperti jerawat pada bagian bibir vagina luar.
Jerawat adalah hal yang wajar apabila muncul pada kulit di bagian wajah, leher,
dada, punggung dan badan terutama disaat remaja, akan tetapi bila bintik bintik
berupa jerawat muncul di kulit bibir vagina bagian luar tentunya akan sangat menganggu.
Penyebab munculnya bintik-bintik menyerupai jerawat didaerah intim bisa dikarenakan
kelembaban yang terganggu sehingga muncul peradangan kelenjar sebacea (kelenjar
minyak) pada kulit vagina atau ada penyebab lain yakni infeksi kelamin jika ada
riwayat hubungan seks bebas.
Beberapa factor yang bisa menyebabkan peradangan kelenjar minyak di kulit vagina
bagian luar karena meningkatnya kelembaban di daerah intim (terlalu lembab) diantaranya
;
- Penggunaan celana dalam terlalu ketat dan dalam waktu yang lama
- Membilas vagina dengan air tidak bersih
- Kebersihan daerah intim yang tidak baik di saat menstruasi dan keputihan
- Penggunaan sabun pembersih kewanitaan yang tidak tepat (alergi)
- Masturbasi yang tidak bersih dan sehat
Untuk kondisi apabila telah terjadi iritasi pada kulit vagina seperti bintik-bintik
jerawat tadi, sebenarnya jangan terlalu khawatir selama bintik-bintik jerawat tidak
disertai dengan cairan nanah dan tidak menimbulkan rasa sakit atau perih terutama
tidak ada riwayat hubungan seks bebas. Rawat dan jaga kebersihan daerah intim dengan
baik dan benar, biasanya bintik-bintik jerawat tersebut akan hilang dengan sendirinya,
akan tetapi apabila tidak hilang dalam waktu 2 minggu sedangkan Anda sudah merawat
daerah intim dengan baik dan benar, segera konsultasikan ke dokter.
Banyak cara yang bisa dilakukan oleh perempuan untuk menjaga dan merawat daerah
intimnya agar tetap terjaga kebersihan dan keseimbangan kelembabannya, diantaranya
;
- Perhatikan air yang digunakan saat membilas daerah intim, sebisa mungkin hindari
air yang ditampung karena curiga telah tercemar bakteri atau jamur.
- Saat membilas, dianjurkan dari arah depan ke belakang untuk meminimalkan terjadinya
perpindahan kotoran dari dubur ke vagina.
- Cuci tangan dengan bersih disaat akan membilas vagina, sebisanya hindari membersihkan
dengan menggunakan tissue karena khawatir kulit Anda tidak cocok dengan kandungan
zat yang ada di tissue sehingga akan muncul iritasi.
- Mengeringkan daerah di sekitar vagina sebelum berpakaian terutama disaat haid
dan kepuithan (saat menganti pembalut dan pantyliner) karena bila lupa dikeringkan
akan menyebabkan celana dalam yang dipakai menjadi basah dan lembab. Selain tidak
nyaman dipakai, celana basah dan lembab berpotensi mengundang bakteri dan jamur
akhirnya infeksi.
- Gunakanlah celana dalam dan handuk yang bersih dan sebisa mungkin jangan digunakan
bersamaan.
- Pilihlah celana dalam dari bahan katun dan untuk sementara batasi penggunaan
celana dalam maupun jins yang ketat agar sirkulasi udara di daerah yang sedang infeksi
tidak bertambah berat.
- Kurangi aktifitas yang menyebabkan keringat berlebih.