Diunduh dari Notes Facebook Kotex “Dunia Cewe” asuhan dr.Ryan
– EDISI SEPTEMBER 2010 – MINGGU 1
Menstruasi sampai saat ini masih menjadi problema yang bersifat individual bagi
setiap kaum perempuan. Periode menstruasi (lamanya waktu menstruasi) normal biasanya
dari 3 - 7 tujuh hari. Pola siklus menstruasi normal bisa berada pada rentang 21
hingga 35 hari. Dengan siklus menstruasi yang normal, secara fisiologis menggambarkan,
organ reproduksi cenderung sehat dan tidak bermasalah. Sistem hormonalnya baik,
ditunjukkan dengan sel telur yang terus diproduksi dan siklus menstruasinya teratur.
Pada kenyataannya, siklus menstruasi tidak sama pada semua perempuan dan cenderung
diluar kategori normal dengan berbagai pola. Mungkin pada awalnya siklus menstruasi
lebih dari 35 hari, namun kemudian akan timbul perdarahan menstruasi di luar siklus
menstruasi normal. Misal, siklusnya semula 35-40 hari, tetapi bulan berikutnya bisa
tidak menstruasi selama 3 bulan. Di sisi lain, ada pula yang dalam sebulan bisa
mengalami menstruasi lebih dari sekali. Contoh, bulan ini menstruasinya terjadi
tanggal 5, kemudian datang lagi pada tanggal 20 di bulan yang sama. Haid yang berlangsung
kurang dari 21 hari dikategorikan siklus menstruasi yang pendek.
Apakah siklus menstruasi itu pendek maupun panjang, sama-sama menunjukkan ketidaknormalan
pada sistem metabolisme dan hormonal. Dampaknya pun sama, yaitu jadi lebih sulit
hamil dikemudian hari jika pola siklus menstruasi tidak segera di tangani oleh medis.
Pada siklus pendek, perempuan mengalami “unovulasi” karena sel telur tidak terlalu
matang sehingga sulit untuk dibuahi. Pada siklus panjang, hal ini menandakan sel
telur jarang sekali diproduksi atau perempuan mengalami ketidaksuburan yang cukup
panjang. Jika sel telur jarang diproduksi berarti pembuahan akan sangat jarang terjadi.
Padahal, menstruasi merupakan tanda kalau perempuan sedang subur.
Beberapa kemungkinan penyebab dari ketidakteraturan siklus menstruasi yang penyebab
pastinya dapat diketahui dengan pemeriksaan yang lebih intensif, diantaranya ;
- Fungsi hormon terganggu menstruasi terkait erat dengan sistem hormon yang diatur
di otak, tepatnya di kelenjar hipofisa. Sistem hormonal ini akan mengirim sinyal
ke indung telur untuk memproduksi sel telur. Bila sistem pengaturan ini terganggu,
otomatis siklus mens pun akan terganggu.
- Masalah kelenjar tiroid Terganggunya fungsi kelenjar gondok/tiroid juga bisa menjadi
penyebab tak teraturnya siklus haid. Gangguan bisa berupa produksi kelenjar gondok
yang terlalu tinggi (hipertiroid) maupun terlalu rendah (hipotiroid). Pasalnya,
sistem hormonal tubuh ikut terganggu.
- Kelainan sistemik wanita yang tubuhnya sangat gemuk atau kurus. Hal ini bisa mempengaruhi
siklus menstruasinya karena sistem metabolisme di dalam tubuhnya tak bekerja dengan
baik. Atau penderita penyakit diabetes, juga akan memengaruhi sistem metabolisme
sehingga siklus menstruasinya pun tak teratur
- Management stres tidak baik Stres jangan dianggap enteng sebab akan mengganggu sistem
metabolisme di dalam tubuh. Bisa saja karena stres, perempuan menjadi mudah lelah,
berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolismenya terganggu.
Bila metabolisme terganggu, siklus menstruasi pun ikut terganggu.
- Hormon prolaktin (hormon menyusui) yang berlebihan Pada wanita menyusui, produksi
hormon prolaktinnya cukup tinggi. Hormon prolaktin ini sering kali membuat wanita
tak kunjung menstruasi karena memang hormon ini menekan tingkat kesuburan wanita.
Pada kasus ini tak masalah, justru sangat baik untuk memberikan kesempatan pada
wanita guna memelihara organ reproduksinya. Sebaliknya, jika tidak sedang menyusui,
hormon prolaktin juga bisa tinggi, biasanya disebabkan kelainan pada kelenjar hipofisis
yang terletak di dalam kepala.
- Penurunan atau kenaikan berat badan secara drastis
- Penggunaan obat pengontrol kehamilan obat pengontrol kehamilan mengandung hormon
progestin yang dapat menghambat proses ovulasi yang berhubungan siklus menstruasi.
- Kondisi lain yang bisa memicu haid tidak teratur adalah ketidakseimbangan hormon.
Ketika terjadi perubahan pada level hormon estrogen atau progesteron dalam tubuh,
maka haid bisa menjadi tidak teratur. Ketidakseimbangan level hormon dalam tubuh
disebabkan perubahan pola makan yang drastis stres dan PCOS (polycystic ovarian
syndrome). PCOS adalah kumpulan gejala yang terjadi karena penumpukan folikel pada
ovarium (indung telur) yang berkembang tidak sempurna. Pada keadaan normal, ovarium
hanya memproduksi sedikit hormon androgen. Tetapi, penderita PCOS mengalami peningkatan
level androgen yang ditandai dengan tidak teraturnya siklus haid.
Apabila kamu mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dengan irama yang tidak
konstan dalam jangka waktu tidak lama atau jarang – jarang terjadinya, terapinya
hanya cukup menerapkan gaya hidup dan pola makan yang sehat namun nyatanya perilaku
ini masih sangat sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti mengontrol
konsumsi makanan-minuman junkfood yang banyak penyedap/pewarna/pemanis buatan, rutin
berolahraga, management stres yang baik dan cukup istirahat. Akan tetapi bila siklus
menstruasi yang terganggu terjadi dalam jangka waktu yang lama dan mempunyai irama
yang konstan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter karena dikhawatirkan adanya
gangguan pola hormon atau penyakit metabolik seperti penjelasan diatas. Untuk terapi
biasanya dokter akan memberikan terapi hormonal atau terapi sesuai dengan penyakit
yang menyertai.
Semoga bermanfaat informasi diatas ya.