Diunduh dari Notes Facebook Kotex “Dunia Cewe” asuhan dr.Ryan
– EDISI SEPTEMBER 2010 – MINGGU 3
Hampir setiap bulannya untuk perempuan yang sudah masa pubertas akan mengalami yang
namanya menstruasi. Pada saat menstruasi, tidak sedikit perempuan akan mengalami
nyeri pada perut bawah. Sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi. Mulai dari
yang ringan sampai yang berat. Untuk yang berat, secara medis disebut dismenorrhoe.
Keadaan nyeri yang hebat itu tentunya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam medis, nyeri haid ada dua macam:
- Nyeri haid primer, timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya
waktu. Tepatnya saat lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah
menikah dan melahirkan. Nyeri haid ini normal, namun dapat berlebihan bila dipengaruhi
oleh faktor psikis dan fisik, seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah,
penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala ini
tidak membahayakan kesehatan.
- Nyeri haid sekunder, biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau
kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista/polip, tumor sekitar kandungan,
kelainan kedudukan rahim yang dapat mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya.
Selain rasa nyeri perut bawah yang sering terjadi disaat menstruasi, ada beberapa
keluhan lain yang bisa dialami para perempuan berkaitan dengan perubahan homron
menjelang dan di saat menstruasi yang dikenal dengan sebutan PMS (pre menstruasi
syndrome), keluhan ini diantaranya adalah :
- Perasaan malas bergerak, badan menjadi lemas, serta mudah merasa lelah.
- Nafsu makan meningkat atau sebaliknya dan suka makan makanan yang rasanya asam.
- Emosi menjadi labil. Biasanya mudah uring-uringan, sensitif, dan perasaan-perasaan
negatif lainnya.
- Kepala terasa nyeri atau pusing.
- Pingsan.
- Berat badan bertambah, karena tubuh menyimpan air dalam jumlah yang banyak.
- Pinggang terasa pegal.
Pada dasarnya keluhan-keluhan diatas merupakan sesuatu yang masih dianggap wajar
dan normal dialami perempuan sebelum atau disaat menstruasi. Namun saat ini tergantung
sejauh mana keluhan-keluhan tadi menganggu aktifitas sehari-hari sehingga butuh
penanganan serta pencegahan agar dapt mengurangi keluhan tersebut.
Kalau kita mengalami PMS,yang bisa kita lakukan untuk mengurangi keluhan-keluhan
tadi adalah sebagai berikut ;
- Kurangi makanan bergaram, seperti kentang goreng, kacang-kacangan, dan makanan berbumbu,
untuk mengurangi penahanan air berlebih.
- Kurangi makanan berupa tepung, gula, kafein, coklat dan es.
- Tambahkan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin C dosis tinggi 500mg jika
dibutuhkan dan tidak ada riwayat maag kronis, terutama seminggu sebelum menstruasi.
- Makan makanan berserat dan perbanyak minum air putih.
- Jika menstruasi cukup banyak mengeluarkan darah, perbanyak makan makanan atau suplemen
yang mengandung zat besi agar terhindar dari anemia.
Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi sakit perut bawah sewaktu menstruasi
adalah :
- Kompres dengan botol panas (hangat) tepat pada bagian yang terasa kram (bisa perut
atau pinggang bagian belakang).
- Mandi air hangat, boleh juga menggunakan aroma terapi untuk menenangkan diri.
- Minum minuman hangat terutama yang mengandung kalsium tinggi.
- Menggosok-gosok perut/pinggang yang sakit dengan sesuatu yang hangat.
- Ambil posisi menungging sehingga rahim tergantung ke bawah. Ini bisa membantu relaksasi
(kaki menekuk ke arah dada).
- Tarik napas dalam-dalam secara perlahan untuk relaksasi.
- Jika kamu ingin menggunakan obat pereda rasa nyeri, obat-obatan yang digunakan harus
atas pengawasan dokter. Boleh minum analgetik (penghilang rasa sakit) yang banyak
dijual di toko obat, asal dosisnya tidak lebih dari 3 kali sehari.
Semoga bisa membantu keseharian kamu menjelang dan di saat menstruasi sehingga aktifitas
tetap optimal. Terima kasih.