Diunduh dari Notes Facebook Kotex “Dunia Cewe” asuhan dr.Ryan
– EDISI JANUARI 2011 – MINGGU 4
Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya
dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin,
dan karbon monoksida.
- Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel
pada paru-paru.
- Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran
darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
- Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah,
membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
Berikut beberapa efek merokok (selain kanker) terhadap tubuh yang tidak banyak diketahui
orang, dari kepala hingga kaki.
- Merontokkan rambut
Merokok menurunkan sistem kekebalan sehingga perokok lebih mudah terserang penyakit
seperti lupus erimatosis yang dapat menyebabkan kerontokan rambut, ulserasi/bisul
atau sariawan di mulut, serta rash (ruam) di wajah, kepala dan tangan.
- Katarak
Perokok mempunyai resiko 40 persen lebih tinggi terkena katarak – buramnya lensa
mata yang menghalangi masuknya cahaya, bahkan menyebabkan kebutaan. Semburan zat
kimia beracun dari asap rokok mengiritasi mata atau menghambat aliran oksigen dalam
darah ke otak.
- Keriput
Asap rokok membakar protein dan merusak vitamin A yang memelihara elastisitas kulit,
serta menurunkan kelancaran aliran darah.Kulit perokok khususnya sekitar bibir dan
mata, menjadi kering, kasar dan bergaris-garis.
- Merusak Pendengaran
Rokok menyebabkan plaque (plak) pada pembuluh darah sehingga menganggu aliran oksigen
dalam darah yang menuju ke telinga dalam. Perokok dapat kehilangan pendengaran lebih
awal daripada mereka yang perokok serta lebih mudah terkena infeksi telinga tengah
yang diikuti komplikasi seperti meningitis dan kelumpuhan otot wajah.
- Merusak gigi
Zat-zat kimia beracun asap rokok menimbulkan plak yang aktif berkontribusi merusak
gigi. Perokok satu setengah kali lebih mudah kehilangan gigi.
- Emfisema
Pecahnya kantong pernafasan yang mengurangi kapasitas paru menghirup oksigen dan
mengeluarkan karbondioksida. Pada kondisi ekstrim, penderita emfisema memerlukan
operasi trakheostomi – pemasangan pipa terbuka pada trachea untuk membantu masuknya
udara kedalam paru – agar tetap bisa bernafas.
- Osteoporosis
Karbonmonoksida – zat kimia utama yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor dan
asap rokok – mempunyai daya ikat lebih besar terhadap sel darah merah daripada oksigen,
mengurangi daya angkut oksigen darah perokok 15 persen. Akibat, densitas tulang
para perokok pun menurun sehingga mudah retak dan membutuhkan 80 persen lebih lama
untuk sembuh. Perokok juga lebih mungkin menderita sakit tulang belakang.
- Sakit jantung
Satu dari tiga kematian di dunia berhubungan dengan resiko penyakit jantung dan
pembuluh darah – yang faktor resiko terbesarnya adalah asap rokok. Setiap tahun,
lebih dari 1 juta orang di negara berkembang dan 600 ribu orang di negara maju tewas
karena penyakit jantung. Berbagai studi membuktikan merokok mempercepat denyut jantung
dan menaikkan tekanan darah (sehingga meningkatkan resiko hipertensi) dan menyumbat
pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan serangan jantung dan stroke.
- Tukak lambung
Merokok menurunkan pertahanan tubuh terhadap bakteri penyebab tukak lambung – sekaligus
merusak kemampuan lambung menetralisir asam sehabis makan. Tukak perokok lebih susah
diobati dan lebih mudah kambuh lagi.
- Kanker rahim dan keguguran
Merokok meningkatkan resiko kanker lever karim (serviks) dan kanker rahim, serta
merusak kesuburan wanita dan menyebabkan komplikasi kehamilan. Merokok selama kehamilan
mempertinggi resiko berat badan bayi rendah, yang menyebabkan si kecil rentan berbagai
gangguan kesehatan. Keguguran didapati dua sampai tiga kali lebih sering pada perokok
- Kelainan sperma
Berbagai racun rokok dapat merusak DNA dan mengubah bentuk sperma, yang kemudian
menyebabkan keguguran atau kelahiran cacat. Merokok juga mengurangi kesuburan pria
serta mengurangi aliran darah ke zakar – yang menyebabkan impotensi
- Penyakit Burger
Juga disebut thromboangitis obliterans – suatu peradangan pembuluh nadi dan pembuluh
balik, serta saraf pada kaki dan secara keseluruhan mengurangi lairan darah. Jika
tidak ditangani, penyakit burger dapat menyebabkan gangrene (pembusukan) jaringan
tubuh, yang hanya dapat dihentikan penyebarannya dengan amputasi.
Melihat dari bahaya rokok baik bagi yang pasif terlebih yang aktif merokok, usaha
untuk melakukan pelan-pelan berhenti merokok sangat dibutuhkan. Tidak ada seorang
yang dapat memaksa kita untuk berhenti merokok. Keputusan untuk berhenti merokok
ada pada diri kita sendiri. Teguhkan semangat dan niat, kita pasti akan berhasil.
- Pilihlah tanggal untuk berhenti
- Berilah tanda pada tanggal yang telah kita tentukan tersebut dan hindari/kurangi
hari-hari sibuk yang penuh dengan stres.
- Ajak orang lain berhenti merokok, masing-masing saling memberi semangat dan mengingatkan.
- Bicarakan dengan keluarga dan teman rencana kita untuk berhenti merokok.
- Minta bantuan mereka untuk mengingatkan sewaktu kita terbujuk ingin merokok kembali.
- Pilih cara untuk berhenti
Ada beberapa cara untuk berhenti:
- Berhenti sama sekali, kita terus merokok seperti biasa hingga satu hari sebelum
tanggal berhenti. Pada tanggal tersebut berhentilah sama sekali.
- Berhenti sedikit demi sedikit. Kurangi jumlah rokok yang dihisap setiap hari sampai
tidak ada lagi yang dihisap pada tanggal berhenti merokok. Jangan lebih dari satu
minggu untuk cara ini, karena kemungkinan berhasil menjadi lebih kecil apabila waktunya
lama.
- Buatlah tanggal berhenti merokok menjadi hari yang bersejarah
- Pada hari tersebut buanglah semua asbak, korek api dan sisa-sisa rokok.
- Penuhi kulkas kita dengan air putih, kacang-kacangan yang tidak asin, buah-buahan
dan sayuran. Bersenang-senanglah dengan baju baru atau sesuatu yang telah lama kamu
inginkan.
- Cara menjalani hari-hari pertama bebas rokok
- Persiapkanlah mental kita untuk menghadapi gejala-gejala ketagihan yang akan hilang
selama 1-2 minggu. Gejala tersebut bisa berupa; keinginan kuat untuk merokok lagi,
gemetar, pusing, gelisah, kurang konsentrasi, dan rasa tebal pada tangan dan kaki.
Gejala-gejala tersebut timbul karena masa adaptasi tubuh terhadap keadaan bebas
nikotin, sirkulasi darah yang meningkat dan peningkatan oksigen yang mencapai sel-sel
tubuh.
- Jangan khawatir bila kita lebih banyak batuk. Bulu-bulu halus di dalam saluran pernafasan
yang biasanya lumpuh selama kita merokok sekarang bekerja kembali. Bulu-bulu halus
tersebut bekerja keras untuk membersihkan asap, kuman-kuman, sel-sel mati dan kotoran.
Setelah jalan nafas bersih kembali, batuk-batuk akan lenyap selamanya.
- Hindari dengan bijak teman-teman perokok kita, mereka biasanya akan membujuk kita
untuk merokok lagi.
- Bagaimana menghindari rokok untuk seterusnya ?
- Ubahlah kebiasaan yang biasanya menyertai saat-saat merokok kita, contoh; apabila
merokok sambil minum kopi, gantilah dengan minum sari buah-buahan. Apabila biasanya
kita merokok saat bangun tidur, maka saat ini lakukan kegiatan-kegiatan lain, misal
bukalah jendela dan lakukan pernafasan dalam-dalam. Apabila kita merokok setelah
makan, maka setelah makan berjalan-\ jalanlah untuk menghindari keinginan merokok.
- Biasakanlah berolah raga atau mulai program/hobi dengan keluarga/teman-teman yang
bukan perokok, buatlah acara ini secara teratur.
- Hindari tempat-tempat yang mengijinkan orang untuk merokok, seperti bar-bar dan
diskotik- diskotik.
- Jangan menyerah meskipun hanya untuk merokok satu batang.
- Bagaimana jika gagal ?
hal ini sering terjadi. Beberapa perokok memang gagal dan menjadi perokok berat
kembali. Tetapi usaha tersebut tidak akan sia-sia. Ini hanya kemunduran untuk semantara.
Ingat! bila kita telah memutuskan untuk berhenti merokok, kita telah memenangkan
setengah dari perjuangan melawan rokok. Jadi apabila awalnya kita tidak berhasil
maka cobalah lagi, mudah-mudahan kita berhasil.
Sayangilah diri kita sebelum menyayangi orang lain.semoga berhasil.